Monday, January 14, 2008

antara mata dan hati

pada mata engkau kulihat girang
mengulum senyum, berwajah ceria
menutur senda, mempamer riang
walau di mata manakan sama dengan hati

saat gema suara itu memecah sunyi
memberi debar
hingga ghaib segala tenang pagi
kala itulah
hancur luluh sekeping hati
bimbang memikir
bagaimana bisa mengharung esok hari

bagaimana mampu mengharung segalanya lagi
tanpa bicaranya, tutur hikmahnya
titipan nasihatnya, doa kasihnya
dari lelaki tua yang bernama Abah ini

antara mata dan hati
akhirnya terpaksa kuakui
pada keduanya ada petanda
hatimu retak, menjadi serpih-serpih sufi

Sunday, January 13, 2008

devastation

yesterday i met a girl. she was all alone, staring into the corner of the bus stop. everybody seemed busy, but she was just sitting there, with an empty look at the corner. 'weird', i said to myself.

i sat beside her, and asked her if she's fine or if she needed any help. without even looking at me even for a glance, she opened her mouth telling me she was devastated. many things happened in her life lately. she had lost her mom; and at the moment her father was very ill, waiting for the angel to finish his job. at that point, i could see her wiping her tears.

i feel sorry that the burden that she carries couldnt be shared. i asked her why the hell she'd just sit there. 'she was supposed to accompany the dying father', i thot to myself. 'didnt she want to be there, beside her father???' i yelled inside my heart.

and she said she just wanted somebody to be beside her. and that somebody is nowhere to be found except at the bus stop in front of her house.

i cried.





and we hopped on the same bus. thinking of home that is nowhere to be found.

Thursday, January 10, 2008

routine

getting into a new routine isnt a difficult thing to do at all. imagine; wake up-solat-get prepared-40mins drive-work-work-work-get tired-40mins drive home-cook-dinner-homework-sleep. and there goes my routine each day. weekends? owh housekeeping plz. easy right?

ive juz spent a week with it. i mean the routine. guess what? it feels like a year oredi. gosh. none of those days was productive. yes, as an employee of MOE i can consider myself as very proactive and versatile. being loved by everybody, looked brilliant and enthusiastic. va va. did all my job very well, keeping and coping up with everything very fast. maklum laa, many clerical work to be finshed. anyway, good huh? newbies, u bet! unfortunately when it comes to my 'real job' as Allah's servant and a caliph, im afraid this routine will fail me. get it? ROUTINES WILL FAIL PEOPLE. that's what a scholar said.

i hate routine. i hate being routined. for those who know me, they will know this. i dont like to do things yg skema2. ehe. tp yg wajib skema i will follow la, kalo tak nnt sendiri kena makan. but living in a routined life is killing!

this is when dzatiyah becomes low. when u dont see many things and face many problems. comfort and happy living, that is. u get everything, u have everything.

hm. at least i should be thankful.
occay, promise! this afternoon im goin to search for troubles. anybody wud like to follow?
surveying new projectssss. =)

________________________

for the ones i love up there,
thanx for all the sms-es and calls and whatsoever thots and do'as for me. (if u ever imagined my face while reciting doa rabitah... =) hehe perasan)
i feel alive when i'm near you guys, and feeling even livelier when we're apart.
why? coz Allah will listen to the doa we make behind our 'saudara'.

and pardon me for being too 'santai' today.

Friday, January 04, 2008

Cengkareng

Baru membaca pesanan seorang sahibah di Grogol. Sudah pandai 'lasso-lasso' sekarang. Hehe. Mabruk, sisters. Rindu benar pada kamu. =) [Owh, masih kuhafal dialog dengan supir taksi itu; "ke Grogol ya pak, lewat Tomang. Di Rumah Sakit Sumber Waras."]

Teringat kali pertama menjejak kaki ke Jakarta. Bagai dalam mimpi, Allah menghantarkan ke Jakarta. Segalanya dipermudah, dan musafir kali itu barangkali yang paling terkesan di hati. Masih diingat, sememangnya memasang niyat mencari iman di Jakarta. Kenapa? Kerana semua amal harus beserta niyat, remember? Jika sahabat yang ditarbiyah nabi bermusafir untuk hijrah demi menyelamatkan iman, mengapa tidak diambil semangat itu? Jadi, diri ini meniyatkan permusafiran kali itu adalah untuk mengumpul cebis-cebis iman yang terasa meruntuh.

Semasa ke sana, semua pengalaman yang dilalui terasa 'authentic'. Takkan mungkin terdapat di mana-mana. Bermula dari saat pertama menjejak kaki di *Bandara di Cengkareng, hinggalah pulang semula ke Bandara di Cengkareng, semuanya auhtentic.

Makan malam pertama kami di sana adalah di Kebon Sireh, gerai tepian jalan. Kami dihidangkan nasi goreng kambing! Masha-Allah, sangat sedap. Sambil makan, ada sekumpulan anak-anak kecil yang barangkali berusia 8-10 tahun datang menyanyikan lagu rakyat indonesia. Antara baitnya "Malingan besar-besar dilepaskan, orang-orang miskin dihukum". Authentic kan?

Selain tu, pengalaman yang lebih best apabila menginap di rumah sahabat2 di jakarta. Masha-Allah, suatu pengalaman yang di luar pemikiran kami. Tak tahulah apa perasaan waktu tu, tapi pastinya mereka adalah orang hebat, bermujahadah menempuh hidup di kota sesak jakarta! Keadaan rumah mereka sangat baik, tetapi suasana kawasan sekeliling begitu menuntut untuk mereka menjadi manusia yang punyai azam dan kekuatan mental yang tinggi. Hinggakan terlahir rasa kagum terhadap mereka kerana mampu terus di sana. Kepada adik-adik, moga Allah terus beri kekuatan kepada kamu.

Sekembalinya dari Jakarta, memang begitu kuat terasa perlu untuk menjaga iman agar tidak roboh. Pengalaman yang terlalu pelbagai yang ditempuh pastinya menjadi pembakar semangat mujahadah mengentalkan iman. Bila pulang, terasa diri seperti 'orang baru'. Hmm rindunya jakarta. Ada banyak cerita, tapi tak sempat nak tulis lagi. Nantilah sambung. Tinggal dulu ya. Kepada Jakarta, kangan ama kamu!

*Bandara-bandar udara/lapangan terbang

Thursday, January 03, 2008

Unfamiliarity.

Alhamdulillah, segalanya dipermudah Allah. The unknown is now solved. I have a new mission now, nak dakwahkan orang asli! Mujur tak perlu berkokok atau berkayak dahulu, cuma memandu batmobile ayahanda selama 20 minit jek.

Its a small school, rather rural. Tak sangka ada orang Asli. Everything and everyone seemed nice; oh provided that it's my first impression. Tak tahulah second, third, fourth impression camana ;P. Alhamdulillah, I hope my life getting more cheerful inshaAllah. Gloomy days, go away!

Have been reading a few 'soul-building' books lately. One of them is Tazkiyatunnafs, latest version. It gathers three famous scholars' view; Al Ghazali, Ibnul Qayyim and Al Qalbi [pardon me if I get the third name wrong, buku tu pd sorang adik sekarang]. Anyway, just to share: The first thing they discuss is niyyat. Mana-mana buku yang bercakap fasal iman mesti akan letak perbahasan niyat sebagai tajuk pertama.

Terfikir sendiri, semua yang berlaku dalam kita bukanlah dipinta atau kita yang mengaturnya. Tiada apa yang mampu mengubah perancangan Allah, walau kita mampu merancang perancangan kita. Walau apapun yang kita rancangkan, perancangan Allah pasti yang lebih aula. Jadi, haruslah perbetul niyat, mengapa ada di sini. Sentiasa perlu ada tekad untuk melaksanakan tugas sebagai 'abid dan khalifah Allah. Walau di mana jua anda berada. =)

Perkara kecil, jika dibuat kerana niyat yang besar, akan jadi besar. Begitulah sebaliknya, perkara besar, jika dibuat dengan niyat yang kecil, pasti akan jadi kecil pada pandangan Allah. Jadi, ingatan buat diri; jangan kamu lupa mengapa kamu di sini. Keberadaan ini bukan suatu kebetulan, tetapi kamu ini salah satu dari mata rantai yang panjang! Melengkapkan plot-plot yang disusun Allah buat kamu.

I am positive about the good things waiting around the corner. Kate seorang adik; hikmah memang kita tak nampak, sebab dia berada di selekoh. Sebelum bertemu hikmah, perlu mujahadah melepasi selekoh berbahaya dulu.

Apapun, kepada yang setia menyokong dari kejauhan, jazakumullah khair. Kita akan bersama menempuh segalanya, walau medan kita kini berbeza. =) Sahabat seperti kamu yang diperlukan, saat terasa macam orang buangan. Stepping into unfamiliarity.

Saturday, December 29, 2007

translation Ma Li Rabbun Siwah

(Tiada Bagiku Tuhan SelainNya)

Tiada bagiku tuhan selainNya
Pengampun Penghapus dosa
Tiada bagiku tuhan selainNya
Cahaya Penyuluh hati

Ya Allah hambaMu yg banyak dosa
tambahkanlah pengahmpiran
dariMu dan kepadaMu penghampiranku

Ya Allah jagan Kau putuskan rahmatMu
jangan biarkan aku selamanya dalam keresahan
Wahai Pengasih Wahai Penyayang


Ya Allah Engkau Maha Tinggi, Maha Menentu, Maha Agung
Ya Allah Engkau Maha Mendengar, Maha Melihat, Maha Mengetahui
Ya Allah Engkau Maha Tinggi, Maha Menentu, Maha Agung
Ya Allah Engkau Maha Mendengar, Maha Melihat, Maha Mengetahui

Tiada bagiku tuhan selainNya
Tuhan Mendengar Rintihan syahdu
Wahai yang mengampuni aku pada segala dosaku
Dialah yang Maha Santun lagi Mengasihi

Ya Allah kasihanilah pada kecelaanku
ampunilah pada kesalahanku
Pada segala keterlampauan dan Dialah penghidayahnya
Ya Allah belas-kasihanlah pada kelemahanku dan keadaanku
Aku merasakan dosaku semakin meningkat
Maka ampunilah aku wahai Yang Maha Mulia
_____________________________________
*jazakumullah kkhair kpd yg memberi translation.

Monday, December 17, 2007

stepping into the unknown..

#1

Kau tahu? Dulu, aku pernah berangan-angan. Menjejak bumi Inggeris. Mengepal salji. berlari mengejar langit biru. Dan, aku dapat. La haula wala quwwata illa biLLah.

Dulu, aku juga pernah berangan-angan. Punyai rumah besar, kereta besar, bergaji besar. Yang ini semua aku belum dapat. Dan, mungkin aku akan dapat. Mulai 3 Januari, agaknya. Tak kisahlah. Mungkin terpaksa berkokok dahulu, merakit perahu, atau apa sajalah. Walau benarnya mungkin aku pun tak mahu, tapi apa saja mungkin bagi-Nya. La haula wala quwwata illa biLLah.

Dulu, aku masih ingat.
Aku teruja benar menjejak kaki ke 'bumi peti sejuk'.
Menghembus udara berwap.
Sejuk menggigit tulang hitam.
Mandi air panas.
Tidur dalam duvet.
Membeli-belah di kota London.
Menonton bebiri di Paignton.
Melihat kaki langit Torcross.
Menghirup udara Bath.
Wah. Amat teruja.

Sekarang, masih lagi teruja mahu ke sana. Amat.
Masih juga teruja mahukan mercu tanda dunia. Kereta, gaji, rumah.
Tapi kini punyai alasan berbeza.
Kau fikir kenapa?
Kau rasa aku akan dapatkah?

Oh, mungkin kau dah tahu. Telah kurakam berulang kali bukan? Senyumlah, tak mengapa. Mungkin yang sinis itu akan kulihat ikhlas. Kau punya sukalah nak senyum.
_______________________________________________

#2
Dulu, nenek selalu memberitahu baju birunya berwarna hijau. Dia juga gemar membundar angka. Contohnya, RM3.30 dikatanya tiga ringgit setengah. Jam 2.05 dikatanya jam dua suku. Pendek kata, membundar ikut suka. Maklumlah, nenek bukannya bersekolah. Tapi nenek sangat hebat. Kerana tanpa bersekolah pun dia boleh mengira dengan tangkasnya. Adakalanya sekolah pun gagal membuat budak pandai mengira.

Oh, itu bukan poinnya. Sebenarnya aku cuma nak kata; apa yang nenek lihat hijau itu aku namakan biru. Angka yang nenek bundarkan itu, taklah sebanyak itu. Hakikatnya nilai sebenarnya tidaklah seperti yang dikatakan.

Dengan kata lain, apa yang orang nampak begitu, pada aku tidak semestinyalah begitu. Kebenaran itu bukan pada apa yang terdengarkan, tapi pada segala yang memang dicatatkan. Walau apapun, cerita nenek sekadar contoh-contoh saja. Nenek kekal jadi wirawati dalam jiwaku. Tetapi, hanya wirawati ya, bukan sembahanku.

Hm. Dapat tak poinnya? Hehe. (aku sedang ketawa. Skeptikal dengan nasib sendiri)

____________________________
#3
'aku'

Aku.
di satu sudut
terpojok
menanti akhirnya sketsa

Tuhan.
jangan letak koma
pada rangkap itu
akhirinya dengan noktah

Izinku
bertemunya
Izinku
dalam dakapnya
selalu hangat
seperti puluhan tahun dulu

aku dan Tuhan
sentiasa ada
dalam doaku
dalam tangisku
dalam laguku
dalam senduku
dalam puisi 'aku'.

17 des
unknown.

Sunday, December 02, 2007

pagar besi

pada dua wajah pagar besi
termangu aku di satu sisi
sedang engkau terkedu di sisi ini

di situ kulihat gentayang pasrah
di sini kau lihat debuan redha
terbang, mencari tempat di wadi hati

ummat bersengkang mata
pada sepertiga malam
bertatih membongkar hikmah

tabahlah, lalu bersabar
muhasabahlah, lalu ikhtiar
kerana Allah telah berjanji meneguhkan kakimu

(tetapi
kerana adanya pagar besi
kata-kataku bergema lantang
hanya di sini)

Friday, November 16, 2007

Cinta Jakarta

Tuhan
Berikan semula
Secebis cinta
Yang kucicirkan
Di Kota Jakarta

Di sini
Terpilu aku
Menggagau tenang
Yang kutinggalkan
Di Kota Jakarta

Kau Maha Pemelihara
Maha Pengampun
Maha Pemberi
Pulangkanlah semula
Tolonglah

Di Kota mati itulah
Telah kusaksikan
Erti sebenar-benar
Satu kehidupan